Ini cerita ku
Sebotol arak tersimpan di lemari memapas jiwa yang di kebiri
Berburu kasih hanya fana yang belum terobati
Tak ada yang memadu seperti kapal yang kehilangan jati diri
Aroma arak membuat mati dalam bisikan setan bahwa raga telah hitam terbuang dari kumpulan orang orang suci
Memapas kembali sembari meneguk arak yang telah lama kupandangi
Bahwa jiwa harus terkapar dalam riuh nya kota yang penuh kesombongan ini
Kusimpan air hitam dalam meja memeluk asap menikmati sepi mencari jati diri
Bahwa ruang tamu kini hanya jadi
Sunyi yang tak pernah dikunjungi
Mataku mulai vertikal melihat camar jadi samar
Kurebahkan badan di kamar yang penuh lukisan
Membayang rumah yang kini mati terhantam oleh karya potoku sendiri
Badanku kurus membungkuk terbesit alunan sakaw
Setan dan malaikat berebut jiwaku yang terkapar dalam sepi
Tak ada lagi yang peduli dengan sosok dramaturgi
Semuanya berdalih bahwa hidup memang seperti ini
Ah persetan dengan sebotol arak
Kau hanya bisu disaatku terkapar
Melirih rindu yang mati oleh air hitam
Silahkan caci silahkan benci silahkan kebiri
Aku hanya sepi bukan alergi pada diri sendiri
Kau berhak memuja ramai dan mencaci sepi
Kau berhak memukul jiwaku tapi tidak dengan lukisan dan potoku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar