Minggu, 28 April 2019

KITA ADA DARI YANG BERBEDA


Lari kencang melaju dengan kilat membungkam lirih lirih kerinduan,  merindu memang sifat manusiawi namun suaramu menolak kehadiran janji
Aku seperti orang yang tak layak untuk di pertunjukan di pementasan
Aku seperti orang yang mati dari ketakutan
Aku seperti orang yang malu untuk berbincang dalam kehangatan
Aku seperti orang yang tak pernah dianggap ada dari subtansinya rayya

Banyak orang yang bilang bahwa rindu itu harus dibayar tuntas,  tuntas bagaimana maksudmu? ,  jika tinta saja masih dikebiri oleh kehaluan
Banyak orang yang bilang bahwa obatnya cinta adalah membuka,  membuka bagaimana maksudmu? ,  jika pembukaan saja masih ditutupi oleh sinopsis yang kita takuti
Banyak orang yang bilang bahwa kita akan menjadi sepasang kekasih yang bercinta di kedamaiaan,  kedamaian apa maksudmu? ,  jika ritual segelas kopi kerinduan saja masih kaubtumpahkan.

Benar kata kebenaran,  kita tak akan mungkin bisa bersama,  kita tak mungkin bersatu,  kita tak mungkin marajut asa menjadi rasa.
Kamu terlalu cepat mengakhiri hingga mengkebiri indahnya senyummu sendiri
Kamu terlalu cepat mengasumsi suara suara malaiakat yang kau takuti
Kamu terlalu cepat menangisi dua ruangan yang berbeda

Hey puan apa nya yang berbeda,  kita ini sama,  kita ini sama sama diajarkan kebaikan dan ketulusan,  hey puan sudahlah kita ini memang  beda namun hati kita sama sama di ciptakan oleh tuhan yang sama
Hey puan sudahlah jangan ucapkan bahwa kita berbeda agama
Kita ini saling cinta dan merasa
Hey puan sudahlah jangan ucapkan bahwa kita berbeda agama
Kita ini sama sama di ciptakan dari tanah
Hey puan sudahlah jangan ucapkan bahwa kita berbeda agama
Kita ini manusia yang hidup untuk memanusiakan kembali

Hey puan kuharap kita mengerti
Bahwa kita memang beda dari yang ada
Terimakasih puan
Kuharap kebaikanmu akan menolong siapapun menjadi manusia yang manusia


-Bandung pukul 00.18 wib 9 feb 2019-
Aditya permana



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Surat untuk marsinar #2

Marsinar, perjalanku kini sudah terlalu jauh, aku melihat begitu banyak penderitaan di desa-desa, ada ibu imas yang setiap hari menanam ke...