kesepian yang menjadi aktor utama dalam kerinduan
tawaku kini bukan tawaku
semua tenggelam dalam kesalahan
jalan yang selalu memuja dalam keheningan
semua nya hilang dalam kesendirian
temanku datang membawa harapan
memberi segelas kopi ketenangan
bisikan teman membuat ku sadar
bahwa tertawa lebih baik dari terdiam
melawan dinamika kerinduan
tawa kini tawaku
dimna kulepas dengan hayalan
hayalan yang membuat punahnya tembok kesepian
terimakasih tuhan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar