Selasa, 20 Maret 2018

tertawa dalam kerinduan


transisi yang membuat tawa ini punah
kesepian yang menjadi aktor utama dalam kerinduan
tawaku kini bukan tawaku
semua tenggelam dalam kesalahan
jalan yang selalu memuja dalam keheningan
semua nya hilang dalam kesendirian

temanku datang membawa harapan
memberi segelas kopi ketenangan
bisikan teman membuat ku sadar
bahwa tertawa lebih baik dari terdiam
melawan dinamika kerinduan

tawa kini tawaku
dimna kulepas dengan hayalan
hayalan yang membuat punahnya tembok kesepian

terimakasih tuhan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Surat untuk marsinar #2

Marsinar, perjalanku kini sudah terlalu jauh, aku melihat begitu banyak penderitaan di desa-desa, ada ibu imas yang setiap hari menanam ke...